contoh opini publik

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Kurangnya partisipasi mahasiswa dalam berpolitik

Anom Purwosetyo Mahsiswa BSI Perjalanan bangsa sekarang sangat memprihatinkan, keterpurukan sudah paripurna, kebobrokan sudah dimana-mana. Harga melambung, orangtua tak mampu beli susu (Iwan Fals), biaya kuliah naik dan terus melambung. Masyarakat kini mengharapakan pahlawan, pahlawan yang lahir dari para mahasiswa, mahasiswa yang sejak dulu tidak takut menghadapi senjata di wajahnya demi sebuah idealitas. Sejarah pergerakan mahasiswa identik dengan perubahan, entah perubahan yang positif atau negatif. Tetapi konspirasi catik telah membuyarkan pergerakan itu. Banyak mahasiswa apatis, bahkan tidak perduli. “Ngapain demo, panas?”, “Kajian bikin bete” begitulah gambarannya. UI, UNJ, dan kampus-kampus lain pada pemilihan ketua BEM hanya 30% tingkat partisipatifnya, artinya semangat untuk berpolitik di kampus sangat kurang. Pada akhirnya aktivis tidak akan berbeda nantinya dengan para artis yang karena popularitasnya mampu menjadi trend politik baru. Ini terjadi karena Mahasiswa sudah terpecah ideologinya, pergerakan kelompok didewakan sehingga tidak mempertimbangkan persatuan. Menjatuhkan, menjelek-jelekkan bahkan saling menyesatkan sering menjadi alat politik kotor yang membuat organisasi mahasiswa kurang kreatif dalam mencari pencitraan publik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: